NTB Perkuat Sinergi dan Pengawalan di Lapangan Untuk Target
Upaya mempercepat pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Nusa Tenggara Barat terus dilakukan melalui penguatan koordinasi dan pengawalan di lapangan. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan lintas sektor yang berlangsung di Aula Mandalika, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) NTB.
Pertemuan yang dihadiri Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian, Kepala BBPMP NTB, Kepala BPLIP Kelas II Mataram, perwakilan Bulog dan PLN NTB, serta jajaran penyuluh BBPMP dan CWS Provinsi NTB ini menjadi ruang untuk melihat kembali kondisi dan potensi tanam di masing-masing wilayah.
Pembahasan tidak hanya diarahkan pada capaian angka LTT, tetapi juga pada bagaimana kondisi lahan, ketersediaan air, sarana pendukung, hingga kesiapan petani dapat dipastikan di lapangan. Karena itu, penyelarasan data menjadi penting agar potensi yang ada dapat segera ditindaklanjuti dan pelaksanaan tanam lebih terarah.
Sejalan dengan upaya tersebut, penerapan teknologi pertanian modern juga terus didorong sebagai bagian dari peningkatan efisiensi dan produktivitas. Kepala BBPMP NTB Hendro Cahyono menyampaikan pentingnya menyesuaikan penerapan teknologi dengan kondisi wilayah, salah satunya melalui Precision Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang mengintegrasikan mekanisasi dan pendekatan presisi dalam budidaya padi.
Pengawalan di tingkat lapangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Para penyuluh diharapkan dapat terus mengidentifikasi potensi dan kendala di wilayah masing-masing, sehingga berbagai dukungan yang tersedia dapat diarahkan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak nyata terhadap percepatan tanam.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga dan memastikan potensi pertanian NTB dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan nasional.